Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 24 -- 30 September 2021


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dantinggi 500 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurangpada tanggal 26 September 2021 pukul 05.20 WIB. Guguran lava teramati sebanyak 67 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.800 m.
Gambar 1.a-d menunjukkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles5, Tunggularum, Ngepos, dan Babadan2. Teramati penambahan ketinggian kubah lava barat daya sekitar ± 1 m. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.630.000 m3 dan kubah tengah sebesar 2.854.000 m3.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi mencatat 244 kali gempa Low Frekuensi (LF), 1.268 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.200 kali gempa Guguran (RF), 338 kali gempa Hembusan (DG), dan 6 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi. Lampiran 1.e menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.030,698 m hingga 4.030,698 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.845,314 m hingga 3.845,322 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,05 m hingga 6.164,06 m. Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.e menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan G. Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 66 mm/jam selama 50 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 25 September 2021. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
II.   KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.
2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektorTenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi 
Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
- Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya – upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi G. Merapi yang terjadi saat ini.
- Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
- Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
- Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
- Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dr puncak G. Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
- Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G. Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 1 Oktober 2021
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                       
 
 
Hanik Humaida