Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 27 Agustus -- 2 September 2021


I. HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dan tinggi 600 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 27 Agustus 2021 pukul 10.00 WIB.
Pada minggu ini terjadi 6 kali awanpanas guguran ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.500 m. Dilaporkan terjadi hujan abu pada tanggal 28 Agustus dan 1 September 2021 dibeberapa wilayah, antara lain di Kecamatan Srumbung, Salam, Ngluwar, Dukun, Mungkid, Sawangan, Muntilan, dan Salaman. Guguran lava teramati sebanyak 80 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 m.
Dari hasil pengambilan foto udara dengan drone yang dilakukan pada tanggal 1 September 2021 (Gambar 1.a) menunjukkan secara umum baik kubah barat daya maupun kubah tengah masih mengalami pertumbuhan. Gambar 1.b-d menunjukkan analisis morfologi dari Stasiun Kamera Tunggularum, Ngepos, dan Babadan2. Teramati adanya perubahan morfologi pada kubah lava barat daya dan kubah tengah, yaitu ketinggian kubah barat daya bertambah sekitar 2 m dan kubah tengah bertambah sekitar 1 m. Volume kubah lava barat daya sebesar 1.440.000 m3 dan kubah tengah sebesar 2.842.000 m3.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi mencatat 6 kali gempa Awanpanas Guguran (AP), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 62 kali gempa Low Frekuensi (LF), 68 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.978 kali gempa Guguran (RF), 1.289 kali gempa Hembusan (DG), dan 3 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan dengan minggu lalu. Lampiran 1.e menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.030,751 m hingga 4.030,772 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.845,362 m hingga 3.845,377 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,04 m hingga 6.164,06 m. Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.e menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan G. Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 48 mm/jam selama 10 menit di Pos Ngepos pada tanggal 30 Agustus 2021. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.

II. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
  1. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.
  2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Tenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi
Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
  • Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya – upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi G. Merapi yang terjadi saat ini.
  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
  • Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
  • Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dr puncak G. Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
  • Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G. Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 3 September 2021
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG




Hanik Humaida