Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 2-8 Juli 2021


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah dantinggi 600 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 8 Juli 2021 pukul 06.34 WIB.
Pada minggu ini awanpanas guguran terjadi sebanyak 17 kali. Sebagian yang dapat teramati 8 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 m dan 5 kali ke arah tenggara 1.500 m. Guguran lava teramati sebanyak 125 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2.000 m dan 59 kali ke arah tenggara 1.800 m.
Pada tanggal 8 Juli 2021 dilakukan pengambilan foto udara dengan drone. Hasil analisis foto menunjukkan volume kubah di sektor barat daya sebesar 1.815.000m3 (Lampiran 1.a). Sedangkan volume kubah tengah sebesar 2.741.000 m3 (Lambiran 1.b).

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi mencatat 17 kali Awanpanas guguran (AP), 187 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 7 kali gempa Low Frekuensi (LF), 771 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.461 kali gempa Guguran (RF), 120 kali gempa Hembusan (DG) dan 6 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.034,084 m hingga 4.034,385 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.848,797 m hingga 3.849,087 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,05 m hingga 6.164,06 m. Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 4 cm/hari. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini tidak dilaporkan terjadi hujan, lahar, maupun penambahan aliran di sungai – sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
II.   KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.
2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektorTenggara–Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi 
Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
- Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya – upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi G. Merapi yang terjadi saat ini.
- Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
- Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
- Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
- Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak G. Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
- Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G. Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 9 Juli 2021
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                       
 
 
Hanik Humaida