Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 9 - 15 April 2021


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 450 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 14 April 2021 pukul 05.30 WIB.
Awanpanas guguran terjadi sebanyak 6 kali dengan jarak luncur teramatisejauh 1.800 m ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 46 mm dan durasi 132 detik.Guguran lava teramati sebanyak 119 kali dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya dan 7 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 m (Lampiran 1.a).
Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 15 April terhadap tanggal 7 April 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah (Lampiran 1.b). Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.024.800 m3 dengan laju pertumbuhan 12.200 m3/hari. Analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 14 April terhadap tanggal 8 April 2021 menunjukkanvolume kubah tengah yaitu sebesar 1.681.000 m3(Lampiran 1.c).

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 6 kali Awanpanas guguran (AP), 21 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.038 kali gempa Guguran (RF), 13 kali gempa Hembusan (DG) dan 10 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif tetap dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.d menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.035,083 m hingga 4.035,097 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.849,695 m hingga 3.849,708 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,06 m hingga 6.164,08 m. Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Lampiran 1.d menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 188 mm/jam selama 55 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 13 April 2021, yang menyebabkan adanya penambahan aliran atau lahar hujan di Kali Boyong.
 
II.   KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.
2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan–Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi 
Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
- Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya – upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi G. Merapi yang terjadi saat ini.
- Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
- Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
- Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
- Pelaku wisata direkomendasikan untuk tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dr puncak G. Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
- Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G. Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180 -514192.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 16 April 2021
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                       
 
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002