Sederhanakan Jabatan Struktural, Badan Geologi Lantik Pejabat Fungsional

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyelenggarakan pelantikan bagi pejabat fungsional hasil penyetaraan dan pengangkatan pertama. Pelantikan dilaksanakan secara virtual di beberapa lokasi, diantaranya di Hall Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) di Jl. Cendana No. 15, Yogyakarta.

Pengambilan sumpah ke dalam jabatan fungsional melalui mekanisme penyetaraan dilakukan kepada 51 PNS, yang terdiri dari 18 PNS jenjang Ahli Madya dan 33 PNS jenjang Ahli Muda dengan berbagai jabatan fungsional, diantaranya perekayasa, peneliti, penyelidik bumi, dan lain sebagainya. Selain itu, dilakukan pengambilan sumpah melalui mekanisme pengangkatan pertama kepada 2 PNS, dan kenaikan jabatan kepada 13 PNS dengan berbagai jabatan fungsional seperti litkayasa, perekayasa, dan lain sebagainya. 

“Kepada saudara-saudara yang sebelumnya menjabat menjadi pejabat administrasi, saya selaku Kepala Badan Geologi mengucapkan terima kasih atas perhatian yang Saudara berikan untuk kelancaran tugas dan fungsi Badan Geologi ini,” ungkap Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono (17/12). 


Eko menyebutkan bahwa langkah penguatan jabatan fungsional ini merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Republik Indonesia terkait penyederhanaan jabatan struktural 2 level. Hal ini dilakukan dengan harapan sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih berkualitas, berkeahlian, bekerja keras, dinamis, terampil, dan menguasai iptek. Selain itu, pengalihan jabatan administrator dan pengawas melalui penyetaraan jabatan fungsional ini bertujuan memangkas rantai birokrasi yg panjang.

Eko menilai bahwa untuk mewujudkan hal ini maka perlu dilakukan perbaikan komposisi dalam birokrasi untuk lebih memfokuskan SDM aparatur yang mengutamakan kompetensi dan keahlian. “Harapan dari penyederhanaan birokrasi adalah bukan hanya sekedar peralihan jabatan struktural ke jabatan fungsional akan tetapi harus terjadi perubahan pola pikir terkait profesionalitas atau kecakapan, kecepatan, kelincahan dan efisiensi kerja,” tambah Eko. 

Dengan penyetaraan jabatan dari struktural ke fungsional ini, Eko berharap agar ASN  senantiasa meningkatkan kemampuan dalam menghasilkan invensi dan inovasi. Output yg dihasilkan hendaknya dapat berkontribusi dan berdaya saing secara global untuk memastikan pembangunan nasional berkelanjutan, mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bangsa indonesia. 

Di era yang serba canggih seperti saat ini, Eko berharap supaya ASN tidak hanya terpaku pada rutinitas, namun selalu mengembangkan daya pikir, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mampu untuk cepat belajar, lincah dan tepat dalam navigasi sehingga dapat memecahkan setiap masalah. ASN diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu membuat perubahan yang baik di lingkungan Badan Geologi dan Kementerian ESDM. 

Kepada peserta pelantikan, Eko berpesan 5 hal utama yang perlu dimiliki ASN agar mampu memberikan manfaat jangka panjang, yaitu:
  1. Manajemen waktu agar pekerjaan dapat selesai dengan lebih cepat dan efisien. 
  2. Meminta bantuan agar memberikan kesempatan bagi orang lain untuk menunjukkan bakat serta kemampuan yang mereka miliki. Serta saling bekerja sama dengan orang lain. 
  3. Konsisten dalam mewujudkan tujuan yang akan dicapai. 
  4. Belajar mendengarkan. Kemampuan mendengarkan akan membuat pesan menjadi lebih jelas untuk dipahami dan mencegah miskomunikasi. 
  5. Kemampuan berkomunikasi. Jangan takut dan perlu belajar berbicara di depan banyak orang. 

Eko berharap agar pelantikan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja, memantapkan komitmen untuk mewujudkan ASN kementerian ESDM yang jujur, profesional, melayani, inovatif, dan berarti. Selain itu, pelantikan ini adalah bentuk penghargaan yg diberikan atas  prestasi kerja dan keahlian ASN terhadap negara. 

“Tingkatkan loyalitas, integritas, kejujuran, dan menolak gratifikasi, pungli, korupsi, serta tingkatkan kualitas pelayanan publik kita.” tutup Eko.