Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 6-12 November 2020


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 250 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 8 November2020 jam 14.50 WIB.Guguran teramatidari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadandengan jarak luncur maksimal sejauh 3 km di sektor barat ke arah hulu Kali Sat pada tanggal 8 November pukul 12.57 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 11 November 2020 tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah. Perhitungan Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan Foto Udara dengan Drone pada tanggal 3 November 2020 sebesar 200.000 m3. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Deles3.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat244 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 2.189 kali gempa Fase Banyak (MP), 9 kali gempa Low Frekuensi (LF), 385 kali gempa Guguran (RF), 403 kali gempa Hembusan (DG) dan 6 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaanpada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.042,361 m hingga 4.043,057 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.856,911 m hingga 3.857,681 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,05 m hingga 6.164,07 m. Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 10 cm/hari. Lampiran 1.b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 34 mm/jam selama 35 menit di Pos Ngepos pada tanggal 11 November 2020. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
II.   KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Terdapat peningkatanaktivitas vulkanik G. Merapi, sehingga status aktivitas ditetapkan dalam tingkat aktivitas “SIAGA”.
2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awan panas sejauh maksimal 5 km.

Rekomendasi 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “SIAGA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan G. Merapi yang bisa terjadi setiap saat.
Penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
Pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III G. Merapi termasuk kegiatan pendakian ke puncak G. Merapi.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 13 November 2020
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                       
 
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002