Dasawarsa Merapi, Upaya BPPTKG untuk Merawat Ingatan Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi 2010


Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM menyelenggarakan peringatan erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Kegiatan ini mengusung tema “Refleksi Merapi 2010 untuk Mitigasi di Masa Pandemi”.

     Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala BPPTKG Hanik Humaida. Pada kesempatan ini, Hanik mengumumkan acara peringatan satu dasawarsa erupsi Merapi 2010 dimulai sejak hari Senin, tanggal 26 Oktober 2020 s.d. Rabu, 4 November 2020. Kegiatan yang diselenggarakan antara lain: rangkaian Webinar, Jagongan Virtual Merapi, Virtual Open House, Talkshow, serta Lomba Video Tiktok berhadiah menarik untuk para generasi milenial. Informasi acara dapat diikuti melalui media sosial BPPTKG dan Dasawarsa Merapi, serta melalui website merapi.bgl.esdm.go.id dan dasawarsamerapi.id. 


Pada kesempatan ini Hanik mengungkapkan bahwa aktivitas Merapi saat ini sangat berbeda dengan erupsi tahun 2006 dan 2010. Erupsi saat ini merupakan bagian dari rangkaian erupsi yang panjang, dimulai sejak bulan Mei tahun 2018 dimana erupsi Merapi didominasi dengan gas dan sifatnya eksplosif tetapi indeks eksplosivitasnya rendah (skala 1). Bila indeks eksplosivitas saat ini dibandingkan dengan tahun 2010, maka rangkaian erupsi saat ini sebesar 1/1000, dan jika dibandingkan dengan erupsi tahun 2006 maka indeks eksplosivitas saat ini adalah 1/100. Sampai saat ini aktivitas masih terus berlanjut, data-data seismisitas, deformasi dan gas masih di atas normal.

Lebih lanjut, berdasarkan data pemantauan, pasca letusan tanggal 21 Juni 2020 teramati deformasi berupa pemendekan jarak EDM dari Pos Babadan yang diiringi dengan peningkatan aktivitas kegempaan. Saat ini aktivitas vulkanik semakin intensif dengan kejadian rata-rata gempa vulkanik dangkal (VTB) 6 kali/hari, multi-phase (MP) 83 kali/hari serta deformasi dari data EDM mencapai 2 cm/hari. Pemendekan jarak EDM terukur dari Pos-Pos Pemantauan Gunung Merapi dan juga dari titik-titik ukur sekeliling Gunung Merapi. Kondisi ini menunjukkan bahwa waktu erupsi berikutnya sudah semakin dekat.

Berdasarkan data pemantauan tersebut, diperkirakan erupsi berikutnya tidak akan sebesar erupsi 2010 dan cenderung akan mengikuti perilaku erupsi 2006. Erupsi Gunung Merapi adalah sebuah keniscayaan, sehingga masyarakat perlu beradaptasi dengannya. Hidup harmoni dengan Merapi adalah slogan yang tidak hanya sekedar slogan namun sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Gunung Merapi.

Meskipun aktivitas Gunung Merapi cenderung meningkat, Hanik menyatakan bahwa tingkat aktivitas Merapi masih waspada (Level II). Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan selalu mematuhi rekomendasi dari BPPTKG dan pemerintah daerah setempat. 

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Plt Kepala PVMBG Andiani. Menurut Andiani, dengan adanya peringatan ke 10 erupsi besar Merapi yang bersamaan dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kita diingatkan untuk tetap menjaga kewaspadaan dan kesiagaan terhadap ancaman bahaya erupsi gunung api. Andiani berharap bahwa masyarakat, akademisi, pewarta, dan pemangku kebijakan dapat bersinergi dan menjaga komitmen dalam upaya mitigasi Gunung Merapi. 


Rangkaian acara peringatan dasawarsa Merapi 2010 ini dibuka oleh Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono. Eko mengungkapkan bahwa banyak pembelajaran yang dapat dipetik dari kejadian erupsi Gunung Merapi tahun 2010, diantaranya pembelajaran manajemen kebencanaan yang melibatkan banyak pihak di dalamnya. Hal ini menjadi momentum penyadaran kolektif bagi para pihak penanggulangan bencana sekaligus ujian ketangguhan bencana bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Kawasan Rawan Bencana. Eko berharap bahwa acara ini dapat berjalan lancar dan tujuan penyelenggaraan kegiatan dapat tercapai.