Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 19-25 Juni 2020


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagidan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 600 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 25 Juni 2020 jam 09.30 WIB.
Pada tanggal 21 Juni 2020 pukul 09.13 WIB dan 09.27 WIB terjadi letusan eksplosif yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 328 detik dan 100 detik. Dari CCTV Sta. Merbabu teramati tinggi kolom erupsi mencapai ± 6.000 m dari puncak (Lampiran 1.a). Arah angin ke barat saat terjadi letusan.
Pasca letusan 21 Juni 2020 morfologi puncak sedikit berubah. Berdasarkan analisis foto dari Pos Ngepos, sektor Barat Daya tebing kawah Lava-1997 terkikis sekitar 19.000 m3. Untuk sementara perubahan morfologi di lava-1997 ini belum merubah arah ancaman utama yaitu ke Selatan-Tenggara.Lampiran 1.b memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Pos Ngepos tanggal 25 terhadap 20 Juni 2020.Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan Foto Udara dengan Drone pada tanggal 13 Juni 2020 sebesar 200.000 m3.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 2 kali Letusan, 50 kali gempa Hembusan (DG), 45 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 3 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 59 kali gempa Fase Banyak (MP), 29 kali gempa Low Frekuensi (LF), 26 kali gempa Guguran (RF), dan 14 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaanpada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
 
Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,769m hingga 4.044,841m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,055 m hingga 3.859,122 m. Baseline GPS Klatakan – Plawangan berkisar pada 6.164,05 m hingga 6.164,06 m.Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDMpada minggu ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sebesar ± 7 cm. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini tidak dilaporkan terjadi hujan dan lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
3. Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 26 Juni 2020
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                       
 
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002