Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 28 Februari-5 Maret 2020


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagidan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 150 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos pada tanggal 5 Maret 2020 jam 06.20 WIB.
Pada tanggal 3 Maret 2020  pukul 05.22 WIB terjadi letusan dengan tinggi kolom asap 6 km (Lampiran 1.a). Letusan terekam di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Awanpanas teramati sejauh < 2 km di sektor Selatan – Tenggara. Hujan abu dilaporkan terjadi dalam radius 10 km dari puncak pada sektor Timur Laut.
Analisis morfologi puncak dan kawah pada minggu ini tidak dapat dilakukan karena cuaca dominan berkabut. Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan Foto Udara dengan Drone pada tanggal 19 Februari 2020  sebesar 291.000 m3.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 1 kali Letusan, 20 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 43 kali gempa Fase Banyak (MP), 58 kali gempa Guguran (RF), 20 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 13 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.                                                                        

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,838m hingga 4.044,848m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,111 m hingga 3.859,122 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,932 m hingga 6.506,942dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,863 m hingga 6.457,866 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,18 m hingga 4.259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 40 mm/jam selama 55 menit di Pos Kaliurangpada tanggal 1 Maret 2020. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
3. Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 6 Maret 2020
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
ub. Kepala Sie. Gunung Merapi
                       
 
 
 
Agus Budi Santoso
NIP. 198008272005021001