Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 14-20 Februari 2020


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagidan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 400 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 14 Februari 2020 jam 05.40 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara menunjukkan adanya sedikit perubahan morfologi. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Kalitengah Lor tanggal 18 Februari terhadap 5 Februari 2020. Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan Foto Udara dengan Drone pada tanggal 19 Februari 2020  sebesar 291.000 m3. Berkurang 116.000m3 dibandingkan data pengukuran tanggal 12 November 2019 (Lampiran 1.b).

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 20 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 95 kali gempa Fase Banyak (MP), 45 kali gempa Guguran (RF), 15 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 19 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,844m hingga 4.044,847m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,117 m hingga 3.859,121 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,944 m hingga 6.506,948dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,879 m hingga 6.457,882 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,17 m hingga 4.259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 62 mm/jam selama 100 menit di Pos Kaliurangpada tanggal 15 Februari 2020. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
  
II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
3. Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 21 Februari 2020
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
ub.
Kepala subbag. Tata Usaha
 
 
 
Novi Handono
NIP. 197211032005021001