Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 3-9 Januari 2020


I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya dominan berkabut dan mendung sepanjang hari sehingga asap solfatara dan morfologi tidak teramati dalam minggu ini. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 19 November 2019 sebesar 396.000 m3.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 1 kali Awan panas, 5 kali gempa Hembusan (DG), 21 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 3 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 12 kali gempa Fase Banyak (MP), 9 kali gempa Guguran (RF), 1 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 11 kali gempa Tektonik (TT). Kegempaan VTA pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1 menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
 
Deformasi
Jarak tunjam EDM di semua sektor tidak dapat terukur karena cuaca selalu berkabut. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,19 m hingga 4.259,20 m.Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1 menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
 
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan curah hujan tertinggi sebesar 26 mm/jam selama 30 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 8 Januari 2020. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.

II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
3. Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
● Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
● Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
●Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
● Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
● Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
● Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
● Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 10 Januari 2020
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                   
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002