Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 13 - 19 Desember 2019

I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari dominan berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan sedang hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 450 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 14 Desember 2019 jam 06.05 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Kalitengah Lor tanggal 16 terhadap 12 Desember  2019. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 19 November 2019 sebesar 396.000 m3.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 3 kali gempa Hembusan (DG), 17 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 15 kali gempa Fase Banyak (MP), 36 kali gempa Guguran (RF), 8 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 31 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
 
Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,842 m hingga 4.044,848 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,115 m hingga 3.859,122 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,949 m hingga 6.506,955 dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,879 m hingga 6.457,886 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,19 m hingga 4.259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan curah hujan tertinggi sebesar 32 mm/jam selama 40 menit di Pos Babadan pada tanggal 17 Desember 2019. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
  
II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1.     Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil
2.     Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
3.     Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Saran
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
    Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
    Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
 Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
    Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
    Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
    Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 

Yogyakarta, 20 Desember 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
u.b
Kepala Seksi Gunung Merapi
                         
                       
 
 
Agus Budi Santoso
NIP. 198008272005021001