Workshop dan Sarasehan Fotografi Jurnalistik dan Esai Foto

Minggu, 13 Juni 2014 Pukul 14.00 – 17.30 WIB
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)
Jl. Cendana No 15 Yogyakarta

Pada hari Minggu, tanggal 13 Juli 2014 yang lalu, BPPTKG menyelenggarakan acara  Workshop dan Sarasehan dengan tema “Fotografi Jurnalistik dan Esai Foto”. Kegiatan ini diadakan pada siang sampai sore hari pukul 14.00-17.30 di auditorium kantor BPPTKG, Jl. Cendana No.15 Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan sebagai tambahan pengetahuan bagi para calon peserta yang berminat mengikuti Lomba Esai Foto yang diadakan oleh BPPTKG yang mengambil tema “Kehidupan di sekitar Gunung Merapi”. Lomba Esai Foto tersebut ditujukan untuk pelajar tingkat SMA sederajat hingga mahasiswa S1.
Kegiatan workshop dan sarasehan ini dibuka oleh kepala BPPTKG, Drs Subandriyo, M.Si. Selain membuka acara beliau juga menyampaikan materi pengenalan mengenai Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, yang memiliki peran yang sangat strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya. Setelah mengenalkan BPPTKG kepada peserta yang terdiri dari pelajar SMA hingga mahasiswa S1 ini beliau menyampaikan serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh BPPTKG dalam upaya sosialisasi kegunungapian dan memeriahkan acara Cities on Volcanoes-8, yang merupakan acara bertaraf Internasional yang akan diselenggarakan di Yogyakarta. Beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut adalah lomba esai foto, poster, gambar, acara temu pakar, dan pameran pendidikan sains dan teknologi kegunungapian yang bertajuk “Volcano-Edu 2014”.


Terdapat dua tema materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari Pewarta Foto Indonesia (PFI). Materi yang dibahas dalam acara workshop ini yang pertama bertema “Fotografi Jurnalistik” yang disampaikan oleh Pamungkas WS, M.Sn yang merupakan ketua PFI Yogyakarta sekaligus dosen di Institut Seni Indonesia (ISI). Dalam materi pertama ini disampaikan mengenai dasar-dasar fotografi jurnalistik. Menurut Pamungkas, fotografi jurnalistik yang sempurna itu harus mengandung unsur 5W + 1 H (What; Who; Where; When; Why; How). atau dalam bahasa Indonesia memuat mengenai apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Beliau juga mengungkapkan bahwa fotografi jurnalistik akan berbobot jika memenuhi nilai berita. Sebagai seorang akademisi, cukup banyak teori-teori dasar tentang fotografi jurnalistik yang beliau sampaikan dalam acara tersebut.


Materi yang kedua membahas mengenai “Esai Foto” yang disampaikan secara bergantian oleh Boy T Harjanto dan Tholhah Hamied yang juga merupakan anggota Pewarta Foto Indonesia. Dengan aplikatif, kedua narasumber ini menyampaikan materi tersebut diselingi dengan contoh-contoh esai foto hasil karya mereka yang telah dipublikasikan di media cetak di Indonesia.
Ditengah-tengah suasana libur semester pelajar dan mahasiswa, acara ini cukup diikuti dengan antusias oleh para pelajar hingga mahasiswa S1. Diharapkan acara workshop dan sarasehan yang bertajuk “Fotografi Jurnalistik & Esai Foto” ini dapat memberikan bekal yang cukup bagi para calon peserta yang berminat mengikuti lomba esai foto “Kehidupan di sekitar Gunung Merapi” yang diselenggarakan oleh BPPTKG ini. Bagi adik-adik yang tidak dapat menghadiri workshop dan sarasehan ini, dapat mengunduh materi yang disampaikan sebagai tambahan bekal dalam mengikuti lomba esai foto. Informasi seputar lomba dan kegiatan dapat di baca di website ini. Sampai jumpa lagi di acara-acara selanjutnya dan kami tunggu hasil karya adik-adik di email panitia lomba: pameranbpptkg2014@gmail.com. Ok, selamat berkarya ya...

 

Uduh materi presentasi :

  1. Pamungkas WS
  2. Boy T Harjanto
  3. Tholhah Hamied