LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 27 September-3 Oktober 2019

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 27 September – 3 Oktober 2019

I. HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada siang hari sedangkan pagi, sore dan malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 100 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 29 September 2019 pukul 06.30 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari Puncak tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Puncak tanggal 26 September terhadap 02 Oktober 2019. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 19 September 2019 sebesar 468.000 m3. Sejak bulan Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap disebabkan sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awanpanas.
Dalam satu minggu ini tidak dilaporkan terjadinya awanpanas.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 14 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 56 kali gempa Fase Banyak (MP), 47 kali gempa Guguran (RF), 4 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 15 kali gempa Tektonik (TT). Kegempaan MP pada minggu inilebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,848 m hingga 4.044,855 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,222 m hingga 3.859,127 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,953 m hingga 6.506,955 dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,883 m hingga 6.457,898 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,197 m hingga 4.259,207 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 4,5 mm selama 10 menit di Pos Babadan pada tanggal 2 Oktober 2019. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.

II. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
  1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
  2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
  • Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
  • Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
  • Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
  • Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
  • Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
  • Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 4 Oktober 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG



Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002