LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 30 Agustus - 5 September 2019

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 30 Agustus – 5 September 2019

I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi, siang dan malam hari sedangkan sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 150 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Ngepos pada tanggal 30 Agustus 2019 jam 17.28 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Kalitengah Lor tanggal 5 September terhadap 29 Agustus 2019. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 8 Agustus 2019 sebesar 461.000 m3. Sejak bulan Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap disebabkan sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awanpanas.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 7 kali gempa Hembusan (DG), 2 kali gempa Vulkanik Dalam (VTA), 14 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 106 kali gempa Fase Banyak (MP), 137 kali gempa Guguran (RF), 18 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 8 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu inilebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,843 m hingga 4.044,853 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,114 m hingga 3.859,124 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,960 m hingga 6.506,963 dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,892 m hingga 6.457,893 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,20 m hingga 4.259,21 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini tidak dilaporkan terjadi hujan dan lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
  
II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
● Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
● Masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
● Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
● Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
● Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
● Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 6 September 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
 
 
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002