LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 19-25 Juli 2019

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 19 – 25 Juli 2019
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari sedangkan siang hingga malam hari mendung dan berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 70 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 24 Juli 2019 jam 06.00 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Kalitengah Lor tanggal 25 Juli terhadap 18 Juli 2019. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 4 Juli 2019 sebesar 475.000 m3. Sejak bulan Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap disebabkan sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awanpanas.
Dalam satu minggu ini terjadi 4 kali kejadian awanpanas guguran dengan jarak luncur maksimum 1.100 meter mengarah ke hulu Kali Gendol.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 4 kali gempa Awanpanas (AP), 1 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 5 kali gempa Fase Banyak (MP), 152 kali gempa Guguran (RF), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 8 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu inilebih rendah dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,858 m hingga 4.044,861 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,129 m hingga 3.859,133 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,955 m hingga 6.506,961 dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,888 m hingga 6.457,892 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,19 m hingga 4.259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini tidak dilaporkan terjadi hujan dan lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. 
 
II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
Sehubungan dengan sudah terjadinya beberapa kali awanpanas dengan jarak luncur yang semakin besar, maka masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 26 Juli 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
u.b
Kepala Seksi Gunung Merapi
 
 
 
Agus Budi Santoso
NIP. 198008272005021001