LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 24-30 Mei 2019

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 24 – 30 Mei  2019
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari sedangkan siang hingga malam hari mendung dan berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah, condong ke arah Barat Daya. Tinggi asap maksimum 400 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah pada tanggal 26 Mei 2019 jam 09.30 WIB.
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi yang signifikan. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Kalitengah Lor tanggal 30 Mei terhadap 23 Mei 2019. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone tanggal 4 Mei 2019 sebesar 458.000 m3. Sejak bulan Januari 2019 volume kubah lava terhitung relatif tetap disebabkan sebagian besar ekstrusi magma langsung meluncur ke hulu Kali Gendol sebagai guguran lava maupun awanpanas.
Dalam satu minggu ini terjadi 1 kali kejadian awanpanas guguran dengan durasi 100 detik, visual berkabut.
 
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 1 kali gempa Awanpanas (AP), 18 kali gempa Hembusan (DG), 5 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 32 kali gempa Fase Banyak (MP), 188 kali gempa Guguran (RF), 15 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 5 kali gempa Tektonik (TT). Kegempaan VTB pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu sedangkan MP lebih rendah. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
 
Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,842 m hingga 4.044,848 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,116 m hingga 3.859,120 m.Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 rata rata 6506.944 dan dari KAL ke reflektor RK3 rata – rata 6.457,875 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,196 m hingga 4.259,204 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Curah hujan tertinggi sebanyak 7.5 mm selama 50 menit di Pos Jrakah pada tanggal 26 Mei 2019 dan tidak dilaporkan terjadi lahar.
 
II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1. Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2. Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
Sehubungan dengan sudah terjadinya beberapa kali awanpanas dengan jarak luncur yang semakin besar, maka masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 31 Mei 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
u.b.Kepala Seksi G. Merapi
                      
 
                       
 
Agus Budi Santoso
NIP.  198008272005021001