LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 22-28 Februari 2019

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 22 - 28 Februari 2019
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut. Asap teramati berwarna putih, dari tipis hingga tebal, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 250 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 22 Februari 2019.
Analisis morfologi berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi puncak melalui stasiun kamera Kalitengah Lor. Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada tanggal 21 Februari 2019 sebesar 466.000 m3 relatif sama dengan minggu - minggu sebelumnya. Hal ini dikarenakan ekstrusi lava langsung gugur ke alur Kali Gendol. Lampiran 1.b memperlihatkan morfologi kubah lava yang pada tanggal 21 Februari 2019
Teramati awanpanas guguran pada 25 Februari 2019 pukul 11:24 WIB dengan jarak luncur 1100 m selama 110 detik. Awanpanas guguran kedua dalam periode ini teramati pada 27 Februari 2019 pukul 10:13 WIB dengan jarak luncur 600 m dan durasi 60 detik.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 2 kali gempa Awanpanas (PF), 15 kali gempa Hembusan (DG), 6 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 17 kali gempa Fase Banyak (MP), 158 kali gempa Guguran (RF), 14 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 6 kali gempa Tektonik (TT). Pada minggu ini terjadi penurunan gempa VTB, MP, RF, LF, DG dibandingkan terhadap kegempaan minggu lalu. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,843 m hingga 4.044,849 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,115 m hingga 3.859,120 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,935 m hingga 6.506,945 m dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,866 m hingga 6.457,873 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,19 m hingga 4.259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
 
Emisi SO2
Pengukuran DOAS (Differential Optical Absorption Spectroscopy) sampai tanggal 12 Januari 2019 menghasilkan nilai rata-rata emisi SO2 puncak G. Merapi sebesar 89,57 ton/day, masih dalam kisaran normal. Sejak 13 Januari 2019 tidak dapat dilakukan pengukuran DOAS. Lampiran 1.c menunjukkan grafik nilai emisi SO2 di G. Merapi.
 
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 26 mm/jam selama 15 menit terukur di Pos Babadan pada tanggal 24 Februari 2019. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
II.     KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1.    Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2.    Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
     Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
     Sehubungan dengan sudah terjadinya beberapa kali awanpanas dengan jarak luncur yang semakin besar, maka masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
     Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
     Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
     Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
     Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
     Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 1 Maret 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
u.b. Kepala Seksi G. Merapi
                       
                                                                                          
 
Agus Budi Santoso
NIP. 198008272005021001

Lampiran