LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 15 - 21 Februari 2019

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 15 - 21Februari 2019
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut. Asap teramati berwarna putih, tebal, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 375 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 15 Februari 2019.
Analisis morfologi berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi puncak melalui stasiun kamera Kalitengah Lor.
Volume kubah lava relatif tetap dengan data minggu sebelumnya. Sebagian besar ekstrusi lava yang terjadi langsung gugur ke hulu Kali Gendol. Lampiran 1.b memperlihatkan kubah lava dari stasiun kamera Puncak.
Teramati7 kali awanpanas guguran pada tanggal 18 Februari 2019 ke arah Kali Gendol. Awanpanas guguran terjadi pada pukul 06:05, 06:13, 06:24, 06:25, 06:28, 07:32 dan 14:21 WIB, jarak luncur bervariasi pada kisaran 200 – 1.000 m, dengan amplitudo bervariasi pada kisaran 18 - 35 mm dan durasi 28 - 93 detik.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 7 kali gempa Awanpanas (PF), 28 kali gempa Hembusan (DG), 8 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 22 kali gempa Fase Banyak (MP), 226 kali gempa Guguran (RF), 13 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 10 kali gempa Tektonik (TT). Pada minggu ini terjadi peningkatan gempa VTB, MP, RF, LF, DG, sedangkan gempa TT cenderung menurun. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,851 m hingga 4.044,853 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,122 m hingga 3.859,125 m. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,940 m hingga 6.506,950 m dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,868 m hingga 6.457,881 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,19 m hingga 4.259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS padaminggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkangrafik deformasi di G. Merapi.
 
Emisi SO2
Pengukuran DOAS (Differential Optical Absorption Spectroscopy) sampai tanggal 12 Januari 2019 menghasilkan nilai rata-rata emisi SO2 puncak G. Merapi sebesar 89,57 ton/day, masih dalam kisaran normal. Sedangkan pada minggu ini tidak dapat dilakukan pengukuran DOAS. Lampiran 1.c menunjukkan grafik nilai emisi SO2 di G. Merapi.
 
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 57 mm/jam selama 70 menit terukur di Pos Selo pada tanggal 19 Februari 2019. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahanaliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.
 
 
II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1.    Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2.    Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.

Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
·      Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
·      Sehubungan dengan sudah terjadinya beberapa kali awanpanas dengan jarak luncur yang semakin besar, maka masyarakat di sekitar alur K. Gendol agar meningkatkan kewaspadaan.
·      Guguran lava dan awanpanas berpotensi menimbulkan hujan abu. Masyarakat di sekitar dihimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.
·      Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
·      Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
·      Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
·      Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 22 Februari 2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                                                                                          
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002