LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 18 - 24 Januari 2019

I.HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut. Asap teramati berwarna putih, tipis, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 50 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 23 Januari 2019. 

Kubah Lava dan Morfologi Puncak
Analisis morfologi berdasarkan foto dari sektor tenggara menunjukkan adanya perubahan morfologi yang berupa pertumbuhan kubah. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi puncak melalui stasiun kamera Deles.
Volume kubah lava per 22 Januari 2019 sebesar 461.000 m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata 1.300 m3/hari, lebih kecil dari minggu sebelumnya. Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah (<20.000 m3/hari). Lampiran 1.b memperlihatkan analisis kubah lava dari stasiun kamera Puncak. 

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 3 kali gempa Hembusan (DG), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 223 kali gempa Guguran (RF), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 7 kali gempa Tektonik (TT). Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,829 m hingga 4.044,833 m; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.859,101 m hingga 3.859,105. Jarak tunjam EDM di sektor selatan dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,943 m hingga 6.506,946 m dan dari KAL ke reflektor RK3 pada kisaran 6.457,877 m hingga 6.457,878 m. Baseline GPS Selo – Pasar Bubar berkisar pada 4.259,199 m hingga 4.259,208 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Emisi SO2
Dalam minggu ini pengukuran DOAS (Differential Optical Absorption Spectroscopy) menghasilkan nilai rata-rata emisi SO2 puncak G. Merapi sebesar 92,68 ton/day, masih dalam kisaran normal. Lampiran 1.c menunjukkan grafik nilai emisi SO2 di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 79 mm/jam selama 35 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 24 Januari 2019. Tidak dilaporkan terjadi hujan di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.

II. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1.Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2.Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
Saran  
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
•Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
•Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G.Merapi.
•Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
•Sehubungan saat ini sudah memasuki musim hujan maka masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai - sungai yang berhulu di G. Merapi untuk mewaspadai bahaya lahar.
•Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
•Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 25 Januari  2019
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG


Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002

Lampiran
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 18 – 24 Januari 2019