LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 28 September - 4 Oktober 2018

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 28 September - 4Oktober 2018
 
I.     HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut. Asap teramati berwarna putih, tebal, dengan tekanan gas lemah. Tinggi maksimum 75 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 3Oktober 2018.
Kubah Lava dan Morfologi Puncak
Analisis morfologi berdasarkan foto dari sektor tenggara menunjukkan adanya perubahan morfologi sekitar puncak. Lampiran 1.a memperlihatkan analisis morfologi puncak melalui stasiun kamera Deles.
Volume kubah lava per 4Oktober 2018 sebesar 135.000 m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata 1.000 m3/hari, relatif sama dengan minggu sebelumnya. Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah (<20.000 m3/hari). Lampiran 1.b memperlihatkan analisis kubah lava dari stasiun kamera Puncak.
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 55 kali gempa Hembusan (DG), 10 kali gempa Vulkano-Tektonik dangkal (VTB), 27  kali gempa Fase Banyak (MP), 148 kali gempa Guguran (RF), 31kali gempa Low Frekuensi (LF)dan 20 kali gempa Tektonik (TT). Kegempaan pada minggu ini relatif lebih rendah dari minggu sebelumnya. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Pengukuran EDM dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 menghasilkan jarak tunjam pada kisaran 4.044,829 m hingga 4.044,839 m dan jarak tunjam dari KAL ke reflektor RK2 pada kisaran 6.506,945 m hingga 6.506,971 m. Jarak tunjam dari SEL ke reflektor RS1 pada kisaran 4.788,588 m hingga 4.788.598 m. Baseline GPS selo-pasar bubar berkisar pada 4.259,21 m hingga 4.259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Emisi SO2
Dalam minggu ini pengukuran DOAS (Differential Optical Absorption Spectroscopy) menghasilkan nilai rata-rata emisi SO2 puncak G. Merapi sebesar 77,96 ton/day, masih dalam kisaran normal. Lampiran 1.c menunjukkan grafik nilai emisi SO2 di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi.

II.    KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:
1.     Kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dengan laju pertumbuhan yang masih relatif rendah.
2.     Aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
        Radius 3 km dari puncak G. Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian.
        Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G.Merapi.
        Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
        Untuk informasi resmi aktivitas G. Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan G.Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192.
        Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 5 Oktober  2018
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                       
                                                                                        
 
Hanik Humaida
NIP. 196505231991032002
 
 
 
 
LAMPIRAN
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 28 September - 4Oktober 2018
 
Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), Pengamatan kubah lava melalui Stasiun CCTV Puncak (b), Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik, EDM Reflektor Kaliurang 2 dan Babadan 2, baseline GPS Selo-Pasarbubar, dan nilai emisi SO2 (c).