Penurunan Status Aktivitas G. Merapi dari “Waspada ke Normal”

I. Hasil Pemantauan

  1. Kegempaan

    Berdasarkan data kegempaan dari berbagai stasiun seismik di sekitar G. Merapi, dapat disimpulkan sebagai berikut:

    • Telah terjadi penurunan jumlah dan energi gempa hingga mendekati rata-rata hariannya (lampiran Gambar 1)
    • Guguran lava masih terjadi yang bersumber dari material lepas hasil erupsi 2010 yang berada di lereng G. Merapi sebagai akibat faktor eksternal.
    • Awanpanas sudah tidak terjadi sehingga tidak ada ancaman bahaya primer erupsi G. Merapi
  2. Deformasi

    Pengukuran EDM disemua reflektor yang ada di puncak G. Merapi dari bulan  Maret -  Juli 2011 (lampiran Gambar 4) tidak menunjukkan adanya perubahan jarak yang signifikan. Hasil pengukuran tercatat perubahan yang terjadi kurang dari 1 cm perhari yang bisa diartikan tidak ada akumulasi tekanan di dalam G. Merapi.

  3. Visual

    Berdasarkan pemantauan dari pos-pos pengamatan tidak tampak adanya perubahan morfologi puncak G. Merapi baik akibat penambahan material baru maupun longsoran dengan intensitas besar. Kubah lava tidak mengalami perubahan sehingga disimpulkan proses erupsi sudah berhenti.

  4. Bahaya Lahar

    Endapan material vulkanik masih sekitar 100 juta m3 yang berpotensi menjadi aliran lahar yang akan mengalir pada masing-masing sungai yang berhulu di G. Merapi dari  Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.Sehubungan datangnya musim hujan yang akan datang, dimungkinkan masih akan terjadi bahaya lahar.

II. Kesimpulan

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi menunjukkan aktivitas vulkanik yang rendah, maka terhitung mulai tanggal 15 September 2011, status aktivitas G. Merapi diturunkan dari tingkat “WASPADA” menjadi “NORMAL”.

III. Rekomendasi

Dengan penurunan status aktivitas G. Merapi menjadi “NORMAL”, kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi dan masyarakat pada umumnya direkomendasikan sebagai berikut:

  1. Dengan masih sering terjadinya guguran batu dari material-material lepas yang berada di lereng G. Merapi maka masyarakat diharapkan berhati-hati bila melakukan pendakian ke G. Merapi
  2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera dievaluasi.
  3. Pemerintah daerah harap mensosialisasikan rekomendasi ini kepada masyarakat.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

LAMPIRAN


Gambar 1. Grafik statistik seismik November 2010 - Agustus 2011, statistik gempa MP menunjukkan terjadi penurunan hingga kurang dari 50 kejadian perhari, gempa VB terjadi kurang dari 10 kejadian perhari.

HEM = Hembusan        GGR = Guguran        VB = Vulkanik B

MP = Multiphase           VA = Vulkanik A

Gambar 2. Energi Kumulatif VA VB dan MP bulan Januari 2010 - Agustus 2011

Gambar 3. Hasil pengukuran EDM dari titik referensi di Pos Pengamatan G. Merapi Jrakah dan Selo paska erupsi 2010 dari bulan Maret - Juli 2011, Pos Jrakah menunjukkan penambahan jarak tunjam rata-rata sebesar 0,5 mm/hari, Pos Selo penambahan jarak tunjam rata-rata 0,5 mm/hari dengan ralat ± 1 mm.