LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 18- 24 Mei 2018

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 18- 24 Mei 2018
 
I.     HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut dan hujan sesekali terjadi. Asap teramati berwarna abu, tebal dengan tekanan gas sedang. Tinggi maksimum 1.500 m tegak teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada tanggal 24 Mei 2018 pukul 10.50 WIB.
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 2 kali gempa Vulkanik (VT), 22kali gempa Multifase(MP), 27 kali gempaGuguran (RF) dan16 kali gempaTektonik (TT). Secara umum aktivitas kegempaan minggu ini mengalami peningkatan. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,93 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,19 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dalam minggu ini. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Jrakah tercatat jumlah curah 24 mm/jam terjadi selama 25 menit. Lampiran 1.d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.
Hasil Analisa Abu Letusan
Analisis Laboratorium menunjukkan bahwa Letusan 21 Mei berbeda dengan Letusan 11 Mei 2018. Sampel dari produk Letusan 21 Mei tersusun atas komponen magmatik dari bersifat lebih asam daripada material yang diletuskan tanggal 11 Mei. Hal ini mengindikasikan bahwa material produk 21 Mei 2018 adalah material baru yang berasal dari dalam Gunung Merapi, bukan material lama yang berada di kawah/permukaan.

II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “WASPADA”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “WASPADA” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
        Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
        Radius 3 km dari puncak G.Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.
        Masyarakat yang tinggal di KRB lll mohon meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas G.Merapi.
        Jika terjadi perubahan aktivitas G.Merapi  yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
        Masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenahi erupsi G.Merapi yang tidak jelad sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G.Merapi terdekat melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz,melalui website www.merapi.bgl.esdm.go.id, media sodial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG, Jalan cendana no. 15 Yogyakarta, telepon (0274)514180-514192.
        Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G.Merapi saat ini.
 
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 25 Mei 2018
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG                                

 
 
 
Hanik Humaida
NIP. 19650523 199103 2 002
 
 
 
LAMPIRAN
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 18-24Mei 2018.

 
 
Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), foto diambil pada tanggal 21Mei 2018. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasitiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d). Grafik analisis abu plagioklas (e).