LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 4-11 Mei 2018 pukul 15:00 WIB

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 4-11 Mei 2018 pukul 15:00 WIB
 
I.     HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut dan hujan sesekali terjadi.  Telah terjadi erupsi freatik pada tanggal 11 Mei 2018 pukul 7:40 WIB. Getaran letusan dirasakan di seputar Pos Pengamatan G. Merapi dalam radius 7 km. Terjadi hujan abu dan pasir tipis di sekitar Pos Pengamatan G. Merapi Kaliurang. Jatuhan abu dominan tersebar di sektor selatan mencapai jarak 30 km dari G. Merapi.     
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 7 kali gempa Vulkanik  (VT),  3kali gempa Multifase (MP), 27 kali gempa Guguran (RF) dan 4 kali gempa Tektonik (TT). Gempa letusan terjadi pada pukul 7:40 WIB dengan durasi 5 menit. Setelah letusan terjadi kegempaan kembali normal. Secara umum aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori rendah. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan baik menjelang terjadinya letusan freatik maupun dalam minggu ini secara umum. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Lampiran 1.d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.

II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.     Pada tanggal 11 Mei 2018 pukul 07:40 WIB telah terjadi letusan freatik.
2.     Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi sampai dengan tanggal 11 Mei 2018 pukul 15:00 dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
3.     Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Saran 
Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
        Pemerintah Daerah dan masyarakat pada umumnya agar segera melakukan upaya penanggulangan bahaya abu vulkanik agar gangguan kesehatan dan kerugian yang lain akibat abu vulkanik dapat diminimalisir.
        Letusan freatik masih mungkin terjadi kembali di waktu yang akan datang. Masyarakat yang bermukim di sekitar G. Merapi untuk selalu waspada dan mengantisipasi bahaya abu.
        Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar di luar radius 2 km, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
 
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 11 Mei  2018
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                                                                                   
 
 
 
 
Hanik Humaida
NIP. 19650523 199103 2 002
 
 
 
 
 
 
LAMPIRAN
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 4-10Mei 2018.

Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), foto diambil pada tanggal 5 Mei 2018. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasitiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).