LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 13-19 April 2018

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 13-19 April 2018
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut dan hujan sesekali terjadi.  Asap berwarna putih, sedang dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 300m condong kearah Barat, teramati dari Pos Pengamatan Jrakahpada tanggal 19 April 2018 pukul 07.12WIB. Saat ini kondisi morfologi G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan (lampiran 1.a).     
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 11 kali gempa Vulkanik  (VT) dengan kedalaman 1200 m – 7000 m dari puncak G. Merapi,  4 kali gempa Multifase (MP), 10 kali gempa Guguran (RF) dan 11 kali gempa Tektonik (TT). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1.b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 27 mm/jam selama 10 menit di Pos Babadan pada tanggal 16 April 2018. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. Lampiran 1.d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.

II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
       Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
       Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
       Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 20 April  2018
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Plt. Kepala BPPTKG
                                                                                   

 
 
Wawan Irawan
NIP. 19620328 199203 1 001
 
 
 
  
LAMPIRAN
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 13-19 April  2018.

Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), foto diambil pada tanggal 14 April 2018. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasitiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).