LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 16 – 22 Maret 2018

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 16 – 22 Maret2018
 
I.     HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut dan hujan sesekali terjadi.  Asap berwarna putih, sedang dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 700 mke arah tegak, teramati dari Pos Pengamatan Selopada tanggal21 Maret 2018 pukul 10.50 WIB. Perubahan morfologi G. Merapi tidak dapat teramati karena sepanjang minggu ini puncak tertutup kabut atau mendung (lampiran 1a).  
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat  1 kali gempa vulkanik (VT) dengan kedalaman 2.700 m dari puncak, 7 kali gempa fase banyak (MP), 4 kali gempa guguran (RF), dan 16 kali gempa tektonik (TT). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,2 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapidengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 59 mm/jam selama 75 menit di Pos Selo pada tanggal 16 Maret 2018. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahanaliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. Lampiran 1d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.

II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
        Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
        Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
        Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 23 Maret 2018
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Plt. Kepala BPPTKG
                                                                                   
 
  
Wawan Irawan
NIP. 19620328 199203 1 001
 
 
LAMPIRAN
Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 16 – 22 Maret 2018
 

 Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Deles,foto diambil pada tanggal 16 Maret  2018 (a). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasiEDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).