LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 23 Februari – 1 Maret 2018

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 23 Februari – 1 Maret 2018
 
I.     HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut dan hujan sesekali terjadi.  Asap berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 650 m ke arah Barat, teramati dari Pos Pengamatan Babadan pada tanggal 25 Februari 2018 pukul 18.15 WIB. Berdasarkan data visual dari pos pengamatan,saat ini kondisi morfologi G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.
 
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 14 kali gempa vulkanik (VT) dengan kedalaman antara 1.100– 5.100 m dari puncak, 10 kali gempa fase banyak (MP), 16 kali gempa guguran (RF), dan 15kali gempa tektonik (TT). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal.
 
Deformasi
Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo – Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,2 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
 
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 36 mm/jam selama 120 menit di Pos Selo pada tanggal 23 Februari 2018. Dilaporkan terjadi penambahan aliran di Kali Gendol dan perubahan warna, tidak dilaporkan terjadi lahar.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
        Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
        Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
        Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 2 Maret 2018
 Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
u.b.
Kepala Seksi Gunung Merapi
 
 
Agus Budi Santoso
NIP. 19800522  200503  1 001
 

 
II.   LAMPIRAN
 
Lampiran 1.(a).Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasitiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (c).Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi