LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 16 – 22 Februari2018

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 16 – 22 Februari2018
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut dan hujan sesekali terjadi.  Asap berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 300 mke arah tenggara, teramati dari Pos Pengamatan Kaliurangpada tanggal22 Februari 2018 pukul 06.50 WIB. Saat ini kondisi morfologi G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan g (lampiran 1a).  
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat  10 kali gempa vulkanik (VT) dengan kedalaman antara 900 - 4.700 m dari puncak, 18 kali gempa fase banyak (MP), 59 kali gempa guguran (RF), dan 14 kali gempa tektonik (TT). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,2 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapidengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 41 mm/jam selama 102 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 19 Februari 2018. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahanaliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. Lampiran 1d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
       Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
       Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
       Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 23 Februari 2018
 Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
                                                                                               
 
 
 
I Gusti Made Agung Nandaka
NIP. 196412271993031005
 

II.   LAMPIRAN
 
Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Deles,foto diambil pada tanggal 17 Februari  2018 (a). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasitiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).