LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 15 – 21 Desember 2017

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 15 – 21 Desember2017
 
I.     HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari berkabut dan hujan sesekali terjadi.  Asap berwarna putih, sedangdengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 400 mke arah barat laut, teramati dari Pos Pengamatan Jrakahpada tanggal18 Desember 2017 pukul 5:03 WIB. Saat ini kondisi morfologi G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan (lampiran 1a).  
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 24 kali gempa guguran (RF), dan 13 kali gempa tektonik (TT). Gempa tektonik terasa yang terjadi pada tanggal 15 Desember 2017 pukul 23.47 WIB tidak berdampak langsung pada aktivitas vulkanik G. Merapi. Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun Selokopo Atas masih fluktuatif dalam batas toleransi alat, untuk sumbu U–S sebesar -5,92µrad. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,2 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapidengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 39 mm/jam selama 80 menit di Pos Kaliurang pada tanggal 17 Desember 2017. Terjadi penambah analiran di Sungai Gendol yang menyebabkan 1 alat berat terjebak pada tanggal 20 Desember 2017 pukul 16.45 WIB. Lampiran 1d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi. 

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
        Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
        Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
        Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 22 Desember 2017
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
 
 
 
I Gusti Made Agung Nandaka
NIP. 196412271993031005
 

II.   LAMPIRAN


Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Deles, foto diambil pada tanggal 17 Desember2017(a). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasi tiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).