LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 14 - 20 Juli 2017

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 14 - 20 Juli 2017
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari mendung dan berkabut. Asap berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 300 m, arah condong ke timur, teramati dari Pos Pengamatan babadan pada tanggal 20 Juli 2017 pukul 07:00 WIB. Saat ini kondisi morfologi G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan (lampiran 1a).    
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 15 kali gempa MP, 56 kali gempa guguran (RF), 10 kali gempa tektonik (TT), 2 kali gempa vulkanik dalam (VTA) dan 1 vulkanik dangkal (VTB). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi
Deformasi
Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun Selokopo Atas masih fluktuatif dalam batas toleransi alat, untuk sumbu U–S sebesar –29,41 µrad. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,93 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini diseputar Pos Pengamatan Gunung Merapi hanya terjadi sekali gerimis ringan dengan durasi yang pendek sehingga tidak tercatat di alat pengukur curah hujan.Lampiran 1d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran 
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
       Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
       Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 21 Juli 2017
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
 
 
 
I Gusti Made Agung Nandaka
NIP. 19641227 199303 1 005

II. LAMPIRAN
 
Lampiran 1. Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), foto diambil pada tanggal 19 Juli 2017. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasi tiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).