LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 26 Mei – 1 Juni 2017

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 26 Mei – 1 Juni 2017
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, siang dan sore hari mendung dan berkabut. Asap berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 250 m arah barat, teramati dari Pos Pengamatan Jrakah pada tanggal 28 Mei 2017 pukul 08:17 WIB. Saat ini kondisi morfologi G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan (lampiran 1a).    
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT),  11 kali gempa guguran (RF) dan 11 kali gempa tektonik (TT). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun Selokopo Atas masih fluktuatif dalam batas toleransi alat, untuk sumbu U–S sebesar –30,86 µrad. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Pengamatan Ngepos, Intensitas curah hujan 20 mm/jam selama 60 menit pada tanggal 28 Mei 2017. Tidak dilaporkan terjadinya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. Lampiran 1d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran 
Dengan tingkataktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
       Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
       Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 2 Juni 2017
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
BencanaGeologi,
Kepala BPPTKG
 
 
 
 
I Gusti Made Agung Nandaka
NIP. 19641227 199303 1 005
 

II.   LAMPIRAN
a)
b)
c)
d)
Lampiran 1.Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), foto diambil pada tanggal 29 Mei 2017.Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b). Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode deformasitiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar (c). Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).