Laporan Aktivitas G. Merapi 24 Februari - 3 Maret 2017

    
LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 24 Februari – 2 Maret 2017
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi hari sedangkan pada siang dan malam hari berkabut disertai mendung dan hujan. Asap berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 300 m arah Barat Laut, teramati dari Pos Pengamatan Kaliurang  pada tanggal 27 Februari 2017 pukul 06:05 WIB.Saat ini kondisi morfologi G. Merapi belum menunjukkan adanya perubahan yang signifikan (lampiran 1a).
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 8 kali gempa multiphase (MP), 23 kali gempa guguran (RF) dan 10 kali gempa tektonik (TT). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun Selokopo Atas masih fluktuatif dalam batas toleransi alat, untuk sumbu U–S sebesar -39,19 µrad. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,20m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1c menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di seluruh Pos Pengamatan Gunung Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Kaliurang pada tanggal 1 Maret 2017, tercatat jumlah curah hujan 87 mm/jam selama 82 menit. Dilaporkan terjadi penambahan aliran  dan longsor di beberapa tempat. Longsor di Lencoh Selo Kab. Boyolali menutup jalur jalan Solo-Selo-Borobudur. Dilaporkan pula Longsor di Turgo Purwobinangun  Pukul 16.30 WIB ketinggian tebing kurang lebih 20 m dan lebar 10 m.
Sedangkan pada tanggal 2 Maret 2017 dilaporkan penambahan aliran di Kali Putih, penambahan aliran ini diamati di DAM yang berfungsi sebagai jembatan, di belakang SMK Negeri I Salam, Magelang. Lampiran 1d menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.
 
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran
Dengan tingkataktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
       Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
       Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar. Dan gerakan tanah.
       Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 3 Maret 2017
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
BencanaGeologi,
Kepala BPPTKG
 
 
 
 
I Gusti Made Agung Nandaka
NIP. 196412271993031005

 
II.   LAMPIRAN
a)
 
b)
 
c)

d)

Lampiran 1.Lampiran 1.Pengamatan visual melalui kamera Stasiun Deles (a), foto diambil pada tanggal 27 Februari 2017 jam 05:34:42. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b) dan deformasi (c) tiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar. Grafik curah hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi (d).