Tanggapan Laporan Masyarakat Kepulan Asap dari dalam Tanah di Gedangsari GunungKidul

Sampel air dan gas dari semburan uap panas telah selesai di analisis di laboratorium Geokimia BPPTKG. Hasil pengukuran parameter fisika yaitu daya hantar listrik memberikan nilai yang kecil yaitu sebesar 230,33 µmhos/cm, demikian pula dengan komposisi anion Cl-, SO4 2- dan HCO3- menghasilkan nilai yang kecil. Berdasar hasil analisis tersebut uap yang disemburkan merupakan uap air permukaan. Hal ini diperkuat dengan hasil analisis isotop stabil air (18O dan 2H). Adapun komposisi gas semburan uap panas didominasi oleh uap air (H2O), diikuti oleh N2, O2+Ar, CO2, NH3, dan HCl.

Berdasar hasil analisis di laboratorium baik sampel air maupun gas, serta penyelidikan di lapangan menunjukkan bahwa semburan uap panas berasal dari air permukaan yang terpanaskan. Bersamaan dengan terlepasnya uap air dan tidak ada pemanasan lagi, uap panas tersebut akan berhenti dengan sendirinya.

Saran
  1. Dengan hasil yang menunjukkan bahwa semburan uap panas berasal dari air permukaan yang terpanaskan, maka masyarakat diharapkan tidak perlu panik.
  2. Untuk menghindari bahaya uap panas maka tindakan masyarakat dan aparat setempat sudah tepat, dengan melokalisir semburan panas dengan memasang pipa keatas, sehingga gas dan uap panas diharapkan akan terencerkan dengan udara disekitarnya dan mengurangi bahaya yang ada.
  3. Warga dihimbau untuk tidak mendekat sampai pada radius 3 m dari titik keluarnya uap panas. 

Hasil analisis dan pembahasan lengkap dapat diunduh pada link ini.