Laporan Aktivitas G. Merapi 10-16 Februari 2017

 
LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 10-16 Februari2017
 
I. HASIL PENGAMATAN

Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi hari sedangkan pada siang dan malamhari berkabut disertai mendung. Asap berwarna putih, tipis dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 50 m arah timur, teramati dari Pos Pengamatan Selo pada tanggal 12Februari 2017 pukul 07:15 WIB. Saat ini kondisi morfologi belum menunjukkan adanya perubahan.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 2 kali gempa multiphase (MP), 10 kali gempa guguran (RF) dan 9 kali gempa tektonik (TT). Aktivitas kegempaan minggu ini masih berada dalam kategori normal. Lampiran 1a menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun Selokopo Atas masih fluktuatif dalam batas toleransi alat, untuk sumbu U–S sebesar -41,91 µrad. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jarak sebesar 4259,19m.

Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1b menunjukkan grafik deformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di seluruh Pos Pengamatan Gunung Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Kaliurang pada tanggal 14 Februari2017, tercatat jumlah curah hujan 61 mm/jam selama 82menit. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi. Lampiran 1c menunjukkan grafik curah hujan di G. Merapi.

II. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.

Saran
Dengan tingkataktivitasG. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
  1. Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
  2. Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 17 Februari 2017
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
 
 
I Gusti Made Agung Nandaka
NIP. 196412271993031005

 
LAMPIRAN
a)
 
b)

c)

 
Lampiran 1. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (a) dandeformasi (b) tiltmeter Stasiun Selokopo Atas, EDM Reflektor Kaliurang 2, dan baseline GPS Selo–Pasarbubar. Grafik curah hujan di PosPengamatan Gunung Merapi (c).