Laporan Aktivitas G. Merapi 20 - 26 Januari 2017

 
LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 20 – 26 Januari 2017
 
I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerahterjadipadapagidanmalamharisedangkanpadasiangharicenderungberkabut disertai mendung. Asap berwarna putih,tebaldengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 400 m arah timur, teramati dari Pos Pengamatan Kaliurang pada tanggal 24Januari 2017 pukul 07:00 WIB.Saatinikondisimorfologibelummenunjukkanadanyaperubahan.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 20 kali gempa guguran (RF), 2 kali gempa multiphase (MP), 2 kali gempa vulkanik dalam (VA)dan 13 kali gempa tektonik (TT). Gempa VA terjadi pada tanggal 20 Januari 2017 pada pukul 08:32 dan 08:38 WIB dengan kedalaman berturut – turut 2,9 km dan 1,9 km dari puncak G. Merapi.
Aktivitas kegempaan minggu ini masihberadadalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun SelokopoAtas masih fluktuatif dalam batas toleransi alat, untuk sumbu U–S sebesar -40 µrad. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Data pemantauan baseline GPS Stasiun Selo–Pasarbubar menunjukkan jaraksebesar 4259,20 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.Lampiran 1cmenunjukkangrafikdeformasi di G. Merapi.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di seluruh Pos Pengamatan Gunung Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Ngepos pada tanggal 24 Januari 2017, tercatat jumlah curah hujan 30 mm/jam selama 75 menit. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.Lampiran 1d menunjukkangrafikcurahhujan di G. Merapi.
 
II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran
Dengan tingkataktivitasG. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
  1. Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
  2. Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 27 Januari 2017
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
BencanaGeologi,
Kepala BPPTKG
 
 
 
 
I Gusti Made AgungNandaka
NIP. 196412271993031005

 
III.LAMPIRAN
a)

b)

c)

d)

 
 
Lampiran 1.Lokasi hiposenter gempa vulkanik dalam (VA) tanggal 20 Januari 2017 (a)Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode seismik (b)dandeformasi (c) tiltmeter StasiunSelokopo Atas, EDM ReflektorKaliurang 2, dan baseline GPSSelo–Pasarbubar.Grafikcurahhujan di PosPengamatanGunungMerapi (d).


Download PDF