Laporan Aktivitas G. Merapi 23-29 Desember 2016

I.    HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca dominan sepanjanghariberkabut disertai mendung, kadangterjadihujan. Asap berwarna putih,tebaldengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 50 m arah timur, teramati dari Pos Pengamatan Kaliurang pada tanggal 29Desember 2016 pukul 05:20 WIB. Lampiran 1a menunjukkansaatinikondisimorfologiG. Merapibelummemperlihatkanadanyaperubahan.
Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 1 kaligempa multi-phase (MP), dan 5 kali gempa tektonik. Aktivitas kegempaan minggu ini masihberadadalam kategori normal. Lampiran 1b menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.
Deformasi
Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun SelokopoAtasuntuk sumbu U–S sebesar -36 µrad. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,94 m. Terjadi sedikit peningkatan nilai jarak EDM pada beberapa hari terakhir disebabkan adanya reposisi alat. BaselineGPS Stasiun Selo–Pasarbubarmenunjukkan jaraksebesar 4259,21 m.
Nilai data deformasi tiltmeter, EDM dan GPS berfluktuasi dalam batas ralat dan relatif sama seperti yang diperoleh pada minggu – minggu sebelumnya. Lampiran 1cmenunjukkangrafikdeformasi di G. Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di seluruh Pos Pengamatan Gunung Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Jrakah pada tanggal 29Desember 2016, dengan curah hujan sebesar24 mm/jam selama 40 menit. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran yang signifikan di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.Lampiran 1d menunjukkangrafikcurahhujan di G. Merapi.

II.   KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran
Dengan tingkataktivitasG. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :
       Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
       Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
       Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
 
Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
 
Yogyakarta, 30 Desember 2016
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi,
Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
 
 
 
 
I Gusti Made AgungNandaka
NIP. 196412271993031005