Penyelidikan Geokimia dan Pemetaan Danau Kawah Gunung Galunggung, Jawa Barat (15 – 26 Juli 2016)

Penyelidikan Geokimia dan Pemetaan Danau Kawah Gunung Galunggung, Jawa Barat (15 – 26 Juli 2016)

Kegiatan penyelidikan pada periode ini difokuskan pada pemetaan kedalaman Danau Kawah Galunggung dan pengumpulan data baik kegempaan, suhu danau kawah, dll. Selain berkegiatan di danau kawah, tim juga melakukan pengambilan sampel air, dan gas di Mataair Panas Cikunir, Mataair Panas Cipanas, dan Mataair Panas Cadas Ngampar. Kegiatan pemetaan ini dilaksanakan bekerjasam dengan Universitas Gadjah Mada dan BPBD Tasikmalaya

Plotting lokasi mataair panas menunjukan bahwa titik – titik lokasi mataair panas terkonsentrasi di sebelah timur Gunung Galunggung. Gunung Galunggung letaknya berdekatan dengan Gunung Telaga Bodas yang merupakan daerah eksplorasi panas bumi (geothermal). Manifestasi panas bumi yang muncul di Telaga Bodas berupa fumarol, steaming ground, hot springs, dan hot pools. Sedangkan manifestasi panas bumi di Gunung Galunggung hanya berupa fumarol.

Pemetaan kedalaman danau kawah G. Galunggung dilakukan dengan echo sounder. Kegiatan ini dilakukan sekaligus bersamaan dengan pengambilan sampel. Pemasangan alat echo sounder dilakukan di bagian depan perahu. Prinsip kerja Echo sounder adalah memancarkan gelombang suara. Ketika gelombang suara tersebut mengenai dasar danau kawah, gelombang suara akan dipantulkan kembali dan diterima oleh receiver. Semakin lama waktu yang diperlukan gelombang suara untuk diterima kembali oleh receiver, semakin dalam suatu danau dan sebaliknya. Dengan mendayung perahu menyusuri danau, alat echo sounder akan memindai dan menghitung kedalaman setiap titik yang dilaluinya.


Gambar 1: Kegiatan pemetaan kedalaman danau kawah G. Galunggung sekaligus pengambilan sampel.