Volcano Expo 2016, Edukasi Bencana Untuk Mitigasi G. Merapi

Untuk kali kedua gelaran Merapi Volcano Expo diselenggarakan di BPPTKG, sebelumnya pada Juni 2010 kegiatan serupa pertama kali diselenggarakan. Tema yang diusung kali ini adalah "Diseminasi Informasi Untuk Mitigasi Bencana Geologi", tema tersebut dilatarbelakangi kondisi saat ini dimana kecepatan dan ketepatan arus informasi untuk mitigasi bencana menjadi tantangan bagi Badan Geologi dalam hal ini BPPTKG yang salah satu tupoksinya adalah kegiatan mitigasi bencana di G. Merapi.
Grup seniman perkusi jalanan menyambut tamu dengan musik tradisional yang meriah

Rangkaian kegiatan yang merupakan hasil kerjasama antara Badan Geologi, Forum PRB DIY dan Pewarta Foto Indonesia-Yogyakarta ini berlangsung dari tanggal 14 - 23 Desember 2016 bertempat di Kantor BPPTKG Jl. Cendana 15 Yogyakarta. Kegiatan ini menyuguhkan open house laboratorium laboratorium di BPPTKG, ruang monitoring, ruang eksposisi dan display dokumen lama berupa sketsa, foto dan pelat fotografi yang berasal dari data pemantauan jaman Hindia Belanda. Pengunjung juga dapat melihat peralatan survey gunungapi, peralatan pemantauan gunungapi dan poster-poster sejarah prekursor letusan Gunung Merapi.

Pada tanggal 14 Desember 2016 berlangsung pembukaan Volcano Expo 2016 oleh Kepala Badan Geologi yang diwakili oleh Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ir, Kasbani. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa negara kita Indonesia sangat rawan terhadap ancaman bencana geologi sebagai implikasi dari setting tektonik negeri ini. Belum lama, 7 Desember yang lalu gempa mengguncang Aceh yaitu di kawasan Pidie Jaya dimana lebih dari 100 jiwa meninggal akibat gempa ini. Letusan gunungapi juga menjadi ancaman tersendiri, paling tidak 5 gunungapi dari 127 gunungapi aktif setiap tahun di Indonesia dengan perkiraan penduduk terancam letusan adalah 500 ribu orang. Tanah longsor juga menjadi fenomena geologis yang sering terjadi pada musim hujan. Negara dalam hal ini pemerintah berkewajiban untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dimana pun berada terhadap segala sesuatu yang dapat mengancam jiwa maupun harta benda. Termasuk dalam hal ini adalah rasa aman terhadap ancaman bencana geologi. Diseminasi informasi adalah salah satu tugas Badan Geologi yang merupakan bagian penting dari konsep perlidungan masyarakat dan pengurangan risiko bencana.


Kepala PVMBG mewakili Kepala Badan Geologi memberi sambutan dan membuka kegiatan Volcano Expo 2016

Dalam kesempatan pembukaan dilakukan launching sertifikat akreditasi Laboratorium Geologi ISO-17025 dan buku data geokimia gunungapi Indonesia edisi 1. Buku ini merupakan capain dari pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Geologi sebagai institusi pelayanan publik untuk menyediakan data hulu. Buku ini mengandung data geokimia gas, air dan batuan gunungapi dari 71 gunungapi dalam rentang waktu 35 tahun (1980-2015) yang dapat dijadikan pendukung bagi pengambilan keputusan mitigasi bencana erupsi gunungapi serta dapat dijadikan referensi dasar bagi penelitian kegunungapian.

Serah terima buku Data Geokimia Gunungapi Indonesia dari Dr. Hanik Humaida selaku kepala seksi Pelayanan Laboratorium kepada Ir. Kasbani selaku Kepala PVMBG.

Kepala seksi Pelayanan Laboratorium BPPTKG, kepala PVMBG, dan kepala Pusdalops BPBD DIY berfoto bersama sertifikat akreditasi laboratorium 17025 dan buku Data Geokimia Gunungapi Indonesia

Lebih lanjut dalam pembukaan ini juga berlangsung acara dialog kebencanaan dengan mengusun tema: Informasi Hoax dalam Kebencanaan. Hadir sebagai narasumber Danang Samsurizal (Manager Pusdalops BPBD Prop. DIY), Muhammad Amrun (Forum PRB DIY) dan Rony Lantip (Praktisi IT, Pengamat Media Sosial), sedangkan acara dialog ini dimoderatori oleh Bagus Kurniawan dari Pewarta Foto Indonesia Chapter Yogyakarta. Acara dialog ini dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di wilayah Provinsi D.I Yogyakarta, BPBD Prov. D.I Yogyakarta, BPBD Kab. Sleman, BPBD Kab. Boyolali, BPBD Kab. Magelang, BPBD Kab. Klaten, BMKG Satklim D.I Yogyakarta, BASARNAS Prov D.I Yogyakarta, komunitas relawan di G. Merapi, Komunitas Blogger Yogyakarta, admin media sosial di Yogyakarta, wartawan media cetak dan elektronik serta akademisi di Yogyakarta. Acara yang dihadiri sebanyak 172 peserta ini berlangsung di Hall BPPTKG. Acara ini diselenggarakan untuk merespon kondisi saat ini dimana kecepatan informasi mellaui media sosial yang sering kali rawan terhadap penyebaran informasi hoax, terutama dalam kebencanaan. Tidak dipungkiri bahwa saat ini marak beredar informasi prediksi bencana seperti gempa, gunung meletus dan cuaca ekstrim yang didalamnya berisi opini disertai kalimat teknis agar terlihat scientific sehingga membuat penerima informasi percaya bahwa informasi tersebut berasal dari instansi pemeraintah yang berkaitan dengan bencana, hal ini kemudian menjadikan kepanikan didalam masyarakat. Media komunikasi seperti Whatsapp dan Facebook seringkali digunakan untuk menyebarluaskan informasi tersebut, demikian disampaikan Muhammad Amrun dalam paparannya. Lebih lanjut disampaikan oleh Rony Lantip bahwa kebanyakan orang sebagai penerima informasi sering tidak membaca utuh dan detail dalam membaca pesan berita, hal ini berpotensi mempengaruhi secara emosional si pembaca tanpa kroscek kebenaran dan validitas informasi yang diterimanya.

Dari kanan: Narasumber Danang Samsurizal (Manager Pusdalops BPBD Prop. DIY), Muhammad Amrun (Forum PRB DIY) dan Rony Lantip (Praktisi IT, Pengamat Media Sosial), dan moderator Bagus Kurniawan dari Pewarta Foto Indonesia Chapter Yogyakarta dalam dialog kebencanaan bertajuk Informasi Hoax dalam kebencanaan.

Suasana openhouse di ruang monitoring G. Merapi

Sementara itu disampaikan oleh Danang Samsurizal, bahwa perlu ada mekanisme yang mengatur pemberitaan terkait bencana juga dibuatnya prosedur standar operasional yang mengatur tentang infromasi tersebut. Dialog kebencanaan ini adalah sebagai pemantik untuk dilakukan diskusi lanjutan yang bertujuan untuk membuat mekanisme diseminasi informasi kebencanaan yang akan dikawal oleh Forum PRB DIY.
Pada tanggal 21 Desember 2016, diselenggarakan kegiatan pengenalan geologi untuk murid TK dan Sekolah Dasar. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kegeologian dan kegunungapian kepada anak-anak. Acara berlangsung dari jam 09.00 hingga siang hari ini dihadiri tak kurang dari 200 anak dari berbagai kelompok umur dan berasal dari berbagi daerah di Yogyakarta. Kegiatan ini sekaligus juga sebagai wahana wisata edukasi mitigasi untuk mengisi waktu liburan sekolah. Para peserta tampak antusias, masing-masing membawa batu dan pasir yang mereka ambil dari sekitar rumah untuk diamati di laboratorium petrografi. Selain itu para peserta juga diajak mengunjungi laboratoium gas dan air untuk melihat proses kation dan anion. Para staff memandu peserta disetiap laboratorium dan melayani pertanyaan yang diajukan oleh peserta cilik ini.

Suasana openhouse di ruang audio visual

Suasana openhouse di ruang laboratorium batuan

Suasana openhouse di ruang seismograf