Laporan Aktifitas Gunung Merapi 14-20 Oktober 2016

I. HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca cerah terjadi pada pagi dan malam hari, sedangkan pada siang dan sore hari cuaca berkabut disertai mendung. Asap solfatara berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi maksimum 400 m arah barat teramati dari Pos Pengamatan Jrakah pada tanggal 17 Oktober 2016 pukul 06:40 WIB.

Kegempaan
Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat 54 kaligempa guguran dan 9 kali gempa tektonik. Aktivitas kegempaan minggu ini berada dalam kategori normal. Lampiran 1a menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi
Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor selatan) sebesar 6506,941 m dan RB2 (sektor barat) sebesar 3859,13m, relatif sama seperti minggu-minggu sebelumnya (Lampiran 1b). Data tiltmeter yang diperoleh dari Stasiun Babadan masih fluktuatif dalam batas toleransi alat (Lampiran 1c), sumbu S–U sebesar -461 µrad dan untuk sumbu B–T 6720 µrad. Data pemantauan GPS Stasiun Pos Jrakah menunjukkan nilai perubahan posisi rata-rata untuk sumbu horizontal B–T 0,002 m, sumbu U–S sebesar 0,001 m dan rata-rata sumbu vertikal Z sebesar 0,003 m.
Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini terjadi hujan di semua Pos Pengamatan Gunung Merapi. Intensitas curah hujan tertinggi terjadi di Pos Babadan pada tanggal 14 Oktober 2016, tercatat jumlah curah hujan 26 mm/jam selama 40 menit. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di G. Merapi.

II. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam tingkat aktivitas “NORMAL”.
Saran
Dengan tingkat aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :
  • Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor, sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
  • Saat ini hujan masih terjadi di seputar G. Merapi, untuk itu masyarakat perlu menjaga kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lahar.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

Demikian, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 21 Oktober 2016
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi,
BencanaGeologi,
Kepala BPPTKG
u.b.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha




Kusdaryanto
NIP. 19630429 199603 1 001


III. LAMPIRAN

(a)

(b)

(c)

Lampiran 1. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode Seismik (a),EDM (b) dan Tiltmeter(c)Oktober 2014 – Oktober 2016 .