PENYELIDIKAN GEOKIMIA G. LAWU, JAWA TENGAH BULAN SEPTEMBER 2016

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di  di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, di antara dua kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" (diperkirakan terahkir meletus pada tanggal 28 November 1885 dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat Kawah Condrodimuka yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan uap belerang (solfatara). Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayudan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia,Suharto.

Pada bulan Septemeber 2016 ini telah dilakukan penyelidikan geokimia di G. Lawu oleh tim dari Seksi Pengelolaan Laboratorium BPPTKG Yogyakarta, yang meliputi wilayah puncak/kawah dan lereng G. Lawu. Penyelidikan di puncak G. Lawu dilakukan di puncak Hargodumilah dan sekitarnya, serta di Kawah Condrodimuka dengan aliran air asamya yang mengalir ke aliran sungai Kali Mati yang berada di bawahnya.

Pada puncak Hargodumilah dan sekitarnya tidak terdapat kawah aktif, namun demikian dilakukan penyelidikan yang meliputi pengamatan visual dan pengambilan contoh batuan/lava lama G. Lawu. Penyelidikan geokimia secara lebih detail dilakukan di Kawah aktif Condrodimuka dan aliran air asam yang mengalir ke aliran sungai Kali Mati di bawahnya.  Tim juga menyusuri aliran Kali Mati untuk mengetahui sejauh mana sebaran air asam tersebut.

Kawah Condrodimuka

Kawah Condrodimuka berada di lereng selatan puncak G. Lawu pada ketinggian 2550 m dml. Lokasinya berada di hulu Kali Mati yang airnya mengalir ke lembah sisi selatan G. Lawu. Hasil pengamatan visual di Kawah Condrodimuka menunjukkan adanya lapangan solfatara aktif pada dinding-dinding tebing yang mengapit aliran Kali Mati.  Asap solfatara berwarna putih tipis – tebal bertekanan lemah-sedang berhembus dari lobang-lobang solfatara yang berada pada dinding tersebut.  Sublimasi belerang berwarna kuning cerah menempel pada dinding di sekitar lobang-lobang solfatara.

Bau H2S tercium mulai dari lemah sampai agak kuat.  Suara blazer dari lobang-lobang solfatara utama terdengar cukup kuat sampai sejauh 200 m. Hasil pengukuran suhu solfatara Kawah Condrodimuka maksimum adalah 91,7 oC pada suhu udara 14,2 oC

Gambar-1: Kawah Condrodimuka dengan hembusan asap solfatara berwarna putih bertekanan lemah-sedang (di latar belakang) berada di hulu aliran Kali Mati yang mengalir di lereng selatan G. Lawu.

Gambar-2:  Perjalanan tim mendekati Kawah Condrodimuka.  Tampak di latar depan sebelah kiri bawah aliran air asam yang bersumber di Kawah Condrodimuka.

a
b
Gambar-3:   a. Pengambilan contoh kimia gas di solfatara Kawah Condrodimuka. b. Pengambilan contoh kimia kondensat di solfatara Kawah Condrodimuka.

Aliran Air Asam Kali Mati

Kali Mati yang berhulu di Kawah Condrodimuka mengalirkan air asam dari kawah tersebut menuruni lembah di lereng selatan G. Lawu.  Hasil pengamatan visual terhadap aliran air asam ini menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa sumber air asam lainnya di sepanjang aliran sungai tersebut, selain sumbernya yang berasal dari Kawah Condrodimuka.  Air asam ini terjadi karena interaksi air tanah dengan sumber gas yang berada di area tersebut. Penyusuran aliran yang dilakukan dari hulu ke arah hilir sejauh lebih kurang 3 km banyak ditemukan sumber air yang berbeda warnanya. Perbedaan warna air ini dipengaruhi oleh jenis dan jumlah gas yang terlarut ke dalamnya. Sumber air asam yang berada di kawah Condrodimuka jernih kekuningan, sementara sumber-sumber lainnya ada yang berwarna putih susu, putih kebiruan dan jernih kehijauan walaupun berada dalam satu aliran sungai Kali Mati. Adapun keasaman air yang mengalir di Kali Mati mempunyai nilai pH antara 1-2 dengan suhu atara 13,5 – 53,0oC. Adapun air dari Mata Air Dingin di Puncak Panguripan G. Lawu merupakan air yang bersifat netral dengan suhu 10,5oC. Sumber mata air ini terletak pada ketinggian 2907mdpl
a
c
Gambar-4: a. Aliran sungai Kali Mati ada yang berwarna putih kebiruan. b. Di lokasi lain aliran sungai Kali Mati berwarna jernih kehijauan. c. Tetapi ada juga aliran sungai Kali Mati yang tidak berwarna/jernih.