Sampling Gas Vulcanik G. Merapi, Juni 2016

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayah Nya, penulis beserta tim telah dapat menyelesaikan kegiatan pengambilan sampel gas vulkanik G. Merapi, Jawa tengah.

Pekerjaan sampling gas vulkanik G. Merapi dilakukan berdasarkan tugas yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen pada Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi. Laporan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap tugas yang diberikan. Laporan ini menyajikan hasil komposisi kimia gas yang berasal dari sampel gas vulkanik G. Merapi. Sampel gas tersebut dikirim oleh personil yang ada di Sie. Gunung Merapi BPPTKG, Yogyakarta.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua anggota tim yang telah melaksanakan tugas dan semua pihak yang telah membantu. Untuk kesempurnaan laporan ini, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang terkait.


                                                                                     Yogyakarta, Juli 2016

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Merapi termasuk gunungapi yang sering meletus. Sampai dengan tahun 2010 erupsi yang tercatat sudah mencapai 84 kali kejadian. Secara rata-rata selang waktu erupsi merapi terjadi antara 2-5 tahun (periode pendek), sedangkan selang waktu periode menengah setiap 5-7 tahun. Merapi pernah mengalami masa instirahat terpanjang >30 tahun. Terutama pada masa awal keberadaannya sebagai gunungapi. Memasuki abad 16 kegiatan Merapi mulai tercatat  cukup baik. Memasuki 2012 hingga 2014 merapi kembali bergeliat, ditandai dengan letusan-letusan kecil yang sering terjadi, minimal 6 kali kejadian letusan selama rentang waktu tersebut. Letusan-letusan minor ini ditandai dengan pelepasan gas yang tiba-tiba dalam jumlah besar, namun sedikit material yang dikeluarkan. Selain pemantauan dengan seismik, visual dan deformasi, G. Merapi perlu dipantau lebih lanjut menggunakan metode sampling gas.

Metode gas ini sangat penting dilakukan mengingat precursor saat letusan-letusan minor ini memberikan sinyal yang cukup lemah dari kegempaannya maupun deformasinya. Pengukuran kimia gas menjadi tumpuan pemantuan dalam menghadapi letusan G. Merapi dengan tipe minor ini. Maka dilakukan sampling gas vulkanik G. Merapi untuk memantau perkembangan komposisi kimia gas vulkanik yang dilepaskan ke udara. Pengambilan sampling gas vulkanik akan dilakukan sesuai alokasi waktu yang diberikan pada tim monitoring G. Merapi.

Maksud dan Tujuan
Kegiatan ini dimaksudkan untuk melakukan sampling geokimia gas vulakanik G. Merapi. Adapun tujuan kegiatan ini untuk memantau perkembangan aktivitas gas vulkanik G. Merapi.

Sasaran
Sasaran dilakukannya kegiatan ini adalah diketahuinya perkembangan aktivitas gas vulkanik dan temperature lubang solfatara pada titik tradisi G. Merapi.

HASIL KEGIATAN

Proses Kegiatan
Pencapaian ke titik sumber gas dilalui dengan pendakian dari Desa Plalangan, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa tengah. Setelah ± 4 jam mendaki, sampai pada pelataran Pasar Bubar. Kemudian dilanjutkan pendakian ke arah puncak G. Merapi. Titik tradisi (sumber gas) berada di lava 1915, ± 50 meter sebelum sampai ke puncak, yaitu pada titik koordinat S 07032'23.0" E 110026'50.5" dan elevasi 2889 mdpl. Sedangkan titik Lava 53 berada di sisi barat laut pada koordinat S 07032'09.2" E 110026'48.2" Elevasi 2636 mdpl.

Suhu / temperature gas terukur pada titik tradisi mencapai 53,6 0C, pada titik lava 53 mencapai 88,9 0C. Sumber gas merupakan suatu fumarola, karena tidak terdapat endapan sulfur / belerang pada titik tersebut. Sampling dilakukan menggunakan metode Giggenbach, dengan volume tabung 250 ml yang berjumlah 3 (tiga) tabung pada masing-masing titik fumarol.

Proses pengambilan sampel gas di titik Lava 53

Hasil Analisa
Pengambilan sampel gas vulkanik G. Merapi dilakukan menggunakan tabung giggenbach dengan kondisi vacum. Proses sampling berlangsung antara 10-15 menit. Sedangkan untuk sampel kondensat diambil sebanyak 250 ml. Kemudian sampel dibawa ke laboratorium geokimia BPPTKG untuk mengetahui komposisi gas vulkanik. Berikut ini adalah hasil analisis kimia gas vulkanik G. Merapi.

Kombinasi grafik gas CO2 & HCl pada fumarol Lv. 53
Kombinasi grafik gas CO2 & HCl di titik tradisi