Dari 129 gunungapi yang ada di wilayah Indonesia Gunung Merapi termasuk yang paling aktif. Merapi adalah gunungapi dengan tipe Strato-volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit-basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung pulau Jawa, Merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300-400 km2 dan volume 150 km3. Posisi geografis Merapi 7o 32’ 5" S ; longitude 110o 26’5" E. mencakup wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo-australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awanpanas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik. Bahaya utama yang mengancam sekitar 40.000 jiwa yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana adalah Pyroclastic Flow atau aliran awanpanas di samping bahaya sekunder lahar yang dapat terjadi pada musim hujan. Erupsi Merapi termasuk sering dalam 100 tahun terakhir ini rata-rata terjadi sekali erupsi dalam 2-5 tahun. Di luar ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Merapi memiliki aspek sosial dan ekonomis yang penting bagi kemajuan wilayah sekitarnya. Material erupsi Merapi seperti pasir dan batu menjadi penunjang pembangunan di Yogyakarta dan Jawa Tengah demikian juga halnya dengan produk pertanian yang dihasilkan di lereng Merapi dan majunya perkembangan wisata yang mendukung tumbuhnya ekonomi setempat.

15-21 Mei 2015 22/05/2015 22:07:05

normal
waspada
siaga
awas
deles kali boyong

 
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI


Gunungapi Indonesia




Peta KRB Merapi 2010



 • Laporan Mingguan


• Laporan Bulanan


• Informasi Umum


• Sejarah


• Mitigasi


• Pemantauan


• Pendakian



 

 


LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
15-21 Mei 2015
 

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Visual cerah terjadi pada pagi dan siang hari, Asap solfatara berwarna putih tebal tekanan gas lemah dominan ke arah barat. Tinggi asap solfatara maksimun 500 m teramati pada tanggal 20 Mei 2015 pukul 08.55 WIB dari Pos Kaliurang, condong ke Barat. Lampiran I menunjukan visual dari CCTV Puncak yang menunjukan morfologi kawah G. Merapi yang belum menunjukkan perbubahan yang signifikan.

Seismik

Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 20 kali, gempa MP 6 Kali dan gempa tektonik tercatat 13 kali. Guguran yang terjadi pada tanggal 21 Mei 2015 pukul 07.51 WIB mencatat amplitudo maksimum 25 mm dengan durasi 50 detik. Aktivitas kegempaan minggu ini dalam kategori normal. Lampiran 2 menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

 Deformasi   

Data Tiltmeter yang diperoleh dari stasiun Babadan dalam beberapa minggu terakhir ini mempunyai nilai kemiringan relatif tetap. Untuk sumbu S-U sebesar – 0.027° dan untuk sumbu B-T – 0.385° (Lampiran 2b). Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor Selatan) sebesar 6506,95 m sedangkan untuk RB1 (sektor Barat Laut) sebesar 4044,85 m, relatif sama seperti minggu - minggu sebelumnya (lampiran 2c). Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan Tiltmeter dan EDM tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

 
Curah Hujan
 
Disekitar G. Merapi hanya terjadi gerimis saja, tercatat di Pos Jrakah dan Pos Selo. Tidak terjadi lahar disekitar sungai yang berhulu di G. Merapi.


 
II. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.

Rekomendasi :
    Dengan status aktivitas Gunung Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

1.   Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara direkomendasikan hanya sampai di Pasar Bubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

2.    Terkait musim hujan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar dan tanah longsor.

3.    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta,  15 Mei 2014

a.n.  Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi

Kepala BPPTKG

u.b Kasubbag Tata Usaha

 

 

Drs. Subandriyo, M.Si.

NIP 19620612 1 99003 1 001 

 

III.    LEMBAR LAMPIRAN

 


 

Lampiran 1. Morfologi Kawah G. Merapi yang belum menunjukan perubahan yang signifikan.

 

 Lampiran 2. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode Seismik (a), Tiltmeter (b) dan EDM (c). hingga Oktober  2014 –  Mei 2015.